home
 
Home
About Us
Our Services
Contact Us
 
 
News
Welcome
 
 
 
 
 
 
Peringkat MultiFinance 2009

Dari 212 perusahaan yang mengantongi izin usaha multifinance (pembiayaan) pada tahun 2008, hanya 190 perusahaan yang aktif beroperasi. Sedangkan sisa 22 merupakan perusahaan pembiyaan lainnya tidak aktif beroperasi karena kinerja keuangannya yang tidak jelas.

Berdasarkan hasil kajian Biro Riset Infobank yang bertajuk "Rating 142 Multifinance versi Infobank 2009", jumlah perusahaan pembiayaan yang memiliki izin bahkan terus mengalami menyusutan sejak sepuluh tahun terakhir.

Biro Riset Infobank memperkirakan jumlah perusahaan Multifinance akan terus mengalami penyusutan karena masih banyak perusahaan Multifinance yang tidak aktif dan regulator (Bapepam-LK) makin tegas melakukan tindakan terhadap perusahaan yang tidak mematuhi peraturan.

Kepala Biro Riset Infobank, Eko B Suriyanto mengatakan bahwa upaya regulator untuk mendisiplinkan pasar akan membawa pengaruh positif bagi kemajuan industri.

"Langkah pencabutan izin yang dilakukan Departemen Keuangan terhadap Multifinance yang selama ini tidak jelas aktivitasnya merupakan langkah yang perlu didukung karena dapat mendisiplinkan pasar," ungkapnya dalam Konferensi Pers Rating 142 Multifinance versi Infobank 2009 di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Senin (3-8-2009).

Eko mengatakan, kinerja industri Multifinance pada tahun 2008 mengalami pertumbuhan baik dari segi pembiayaan maupun laba.

"Jika pembiyaan pada tahun 2007 sebesar Rp. 107,70 triliun, tahun 2008 naik menjadi Rp. 137,20 triliun. Begitu juga laba yang tumbuh dari Rp. 4,40 triliun menjadi Rp. 6,40 triliun," papar Eko.

Eko juga menambahkan, jenis kegiatan usaha Multifinance yang berkembang paling dominan?pada 2008 masih dipegang sektor pembiayaan konsumen (mobil, motor dan alat elektronik) yang mencapai Rp. 83,2 triliun.

"Untuk sewa guna usaha (leasing) mencapai Rp. 50,7 triliun. Kemudian kartu kredit sebesar Rp. 1,1 triliun," katanya.

Pada rating Multifinance tahun ini, lanjut Eko, yang meraih predikat sangat bagus mencapai 69 perusahaan. "Sementara yang meraih predikat bagus ada 30 perusahaan dan 26 perusahaan diberi predikat cukup bagus. Sisanya 17 perusahaan mencetak kinerja yang merah dan meraih predikat tidak bagus," tuturnya.

Tifa Finance untuk 5 tahun berturut-turut berada pada predikat sangat bagus dan tahun ini berada pada posisi 23 untuk perusahaan berasset Rp. 100 milyar sampai dengan Rp. 1 triliun.

 
 
 
  Home |About Us |Our Services |Contact Us |Vacancy |