Menggapai prestasi lebih mudah daripada menjaganya. Terlebih lagi, prestasi itu dipertahankan di tengah tantangan makro yang datang silih berganti. Tantangan makro?paling hangat?yang dirasakan perusahaan pembiyaan (multifinance) adalah imbas krisis keuangan global yang mempengaruhi daya serap pasar pembiayaan. Ditambah ketatnya likuiditas yang meningkatkan biaya dana, daya beli konsumen yang makin terbebani suku bunga tinggi. Dalam "rating 142 Multifinance versi Infobank 2009", sejumlah perusahaan pembiayaan pun ada yang mengalami penurunan predikat. Sebanyak 17 perusahaan pembiayaan mengalami penurunan peringkat dari "sangat bagus" (tahun lalu) menjadi "bagus" ataupun "cukup bagus". Namun, secara keseluruhan, jumlah perusahaan pembiayaan peraih predikat "sangat bagus" kali ini mencapai 69 perusahaan, lebih banyak daripada rating tahun lalu yang sebanyak 66 perusahaan. Untuk perusahaan dengan kelas aset Rp. 1 triliun ke atas, 62% perusahaan peraih predikat "sangat bagus". Begitu juga dengan perusahaan pembiayaan di kelas asset Rp. 100 miliar sampai di bawah Rp. 1 triliun. Untuk perusahaan pembiayaan dengan kelas aset di bawah Rp. 100 miliar, hanya 16% yang meraih predikat 'sangat bagus'. Tentu saja, ke-69 perusahaan pembiayaan peraih predikat "sangat bagus" pantas diacungi jempol, pujian yang lebih istimewa pantas diberikan kepada 14 perusahaan pembiyaan. Sebab, ke-14 perusahaan pembiyaan tersebut berhasil mencatat predikat "sangat bagus" selama lima tahun berturut-turut. Menurut catatan Infobank, sebagian besar perusahaan pembiayaan yang konsisten mencetak prestasi gemilang tersebut bermain di bisnis pembiayaan konsumsi, terutama kendaraan bermotor. Lainnya adalah perusahaan pembiayaan yang bermain di pasar sewa guna usaha (leasing). Perusahaan pembiyaan yang kinerjanya terus kincolng itu sadar? bahwa tantangan makro yang datang silih berganti tidak bisa disikapi dengan mengabaikan prinsip kehati-hatian. Ketika daya beli masyarakat merosot dan likuiditas makin mahal sejak kuartal terakhir 2008, larut dalam jor-joran membanting uang muka dan menurunkan bobot seleksi bisa mempengaruhi kolektibilitas perusahaan pembiyaan. Dengan kolektibilitas yang terjaga, bank-bank sebagai sumber dana penting tak sungkan menjalin tali hubungan yang kuat dengan perusahaan pembiyaan. Untuk menyikapi cuaca makro yang kurang bersahabat, perusahaan pembiyaan justru harus lebih efisien dan mampu menekan rasio kredit bermasalah serendah mungkin agar kinerjanya terus kemilau. Sebanyak 14 perusahaan pembiyaan pun sudah membuktikannya dengan mencetak predikat 'sangat bagus' selama lima tahun berturut-turut dalam rating multifinance yang dilakukan Infobank. Daftar 14 perusahaan berpredikat "sangat bagus" lima tahun berturut-turut: 1. BCA Finance 2. Busan Auto Finance 3. Artha Asia Finance 4. Clipan Finance Indonesia 5. Oto Multiartha 6. Buana Finance 7. Artha Prima Finance 8. TIFA FINANCE 9. First Indo American Leasing 10. Sinar Mas Multifinance 11. Adira Dinamika Multi Finance 12. Finansia Multi Finance 13. Resona Indonesia Finance 14. Koperasi Pembiyaan Indonesia |